Desa Kerandin, Provinsi Kepulauan Riau


Desa Kerandin terletak di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Lingga sendiri terdiri dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Lingga, Kecamatan Lingga Utara, Kecamatan Singkep, Kecamatan Singkep Barat, dan Kecamatan Senayang.

Desa Kerandin berbatasan dengan Desa Bukit Langkap di sebelah utara, desa Bukit Harapan di sebelah timur, laut Pekaka di sebelah selatan dan Laut Serim di sebelah timur. Bentang alamnya terdiri dai daerah landai dan berbukit-bukit. Tanahnya yang berupa tanah merah hasil pelapukan bebatuan boleh dikatakan kurang subur untuk pertanian. Di daerah selatan merupakan daerah rawa-rawa tepi pantai. Layaknya hutan tropis, vegetasi yang di hutan yaitu tumbuhan berdaun relatif lebar, sedangkan di daerah pantai tumbuh pohon bakau, pohon sagu, dan pohon nibung.

Desa Kerandin terdiri dari dua dusun. Dusun Satu berpenduduk mayoritas suku Melayu, sedangkan Dusun Dua secara umum dihuni oleh suku Jawa yang bertransmigrasi ke Kepulauan Riau akhir tahun 80-an. Walaupun demikian, mereka tetap solid sebagai satu kesatuan yang terus bahu-membahu dalam berbagai hal. Jumlah kepala keluarga di Dusun Dua lebih sedikit. Banyak penduduk transmigrasi yang kembali ke Jawa dengan alasan tidak betah tinggal di sana.

Penduduk Dusun Satu pada umumnya bekerja sebagai nelayan, adapula yang bekerja sebagai buruh perusahaan pembuat arang, petani sagu, dan berkebun. Penduduk Dusun Dua banyak yang bekerja sebagai petani sayur, ataupun buruh bangunan.

Berikut ini fasilitas yang ada di desa Kerandin

  • Masjid
  • Sekolah dasar
  • Sekolah Menengah Pertama. SMP induk di Lingga.
  • Gedung Balai Desa
  • Puskesmas
  • Lapangan voli

Pemerintah melalui berbagai program seperti PNPM telah berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat seperti pembangunan penyedia air bersih (belum terasa manfaatnya), listrik (hanya Dusun Satu yang dari dulu menikmati listrik), dan baru-baru ini hampir menyelesaikan semenisasi jalan-jalan desa.

Tempat wisata menarik yang perlu dikembangkan diantaranya Pantai Serim. Pantai ini sudah dikenal sejak lama sebagai pantai berpasir putih yang luas dan panjang. Pantai yang indah ini juga memiliki bebatuan yang cantik di sisi kanan dan kirinya. Bebatuan yang sangat nyaman bagi para pemancing ini cukup teduh karena pepohonan di atasnya. Tradisi mandi safar yang dulunya terfokus di Pantai Serim di Kabupaten Lingga ini sudah mulai berkurang pengunjungnya sejak desa-desa tetangga mengelar acara mandi safar pada hari yang sama, yakni hari Rabu terakhir bulan Syafar. Potensi wisata pantai ini kian pudar karena beberapa waktu lalu terjadi penambangan pasir pantai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sepanjang pantai menjadi kotor dan rusak.


Posting Terbaru:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s