Misteri Hantu di Rumah Iwin


Misteri Hantu Rumah Iwin

Begitu masuk kelas, Iwin langsung mengomeli Ninuk,

“Nuk, kok, begitu caramu mengembalikan buku?” Ninuk yang sedang ngobrol jadi terperanjat. “Ma… maaf, Win! Habis….” katanya terbata-bata.

Kemarin Ninuk berjanji akan mengembalikan buku catatan Iwin. Ditunggu sampai menjelang malam, Ninuk tak datang juga.

Namun pagi-pagi Iwin menemukan buku itu tergeletak di teras rumahnya. Basah kuyup. Pasti kena hujan semalam. Iwin jengkel sekali. Ternyata Ninuk telah datang diam-diam.

Tiga hari kemudian, Iwin dibuat kesal lagi. Teman-teman kelompok belajarnya beralasan tak mau datang ke rumahnya.

Ada yang bilang rumah Iwin kejauhanlah. Ada yang neneknya minta diantar ke pasar lah. Mulanya sih Iwin maklum. Tapi kalau terus-terusan begitu dia jadi curiga.

Kecurigaan Iwin akhirnya terbukti. Di kantin, dia tak sengaja mendengar percakapan dua orang teman kelompok belajarnya.

“Besok giliran di rumah Iwin lagi. Aku kehabisan alasan, nih!” kata Anti.
“Rumah Iwin berhantu sih! Aku juga takut ke sana!” sambung Leni.

Deg! Iwin jelas tersinggung. Rumahnya dibilang berhantu? Apa gara-gara itu pula Ninuk tak mau masuk ke rumahnya waktu mengembalikan buku dulu?

misteri hantu rumah iwin

Huh! Siapa yang iseng menyebarkan gosip seperti itu? Iwin bertekad mencari pelakunya.

Sepulang sekolah Iwin sengaja mengajak Ninuk pulang bersama.

“Nuk, maaf ya! Dulu aku ngomel-ngomel tanpa mendengar alasanmu,” kata Iwin.

”Sekarang aku mau kok mendengarnya!” Ninuk menoleh. Iwin tersenyum manis sekali. Biasa kalau lagi ada maunya.

“Kalau kukatakan janji tidak marah?” tanya Ninuk. Iwin mengangguk serius. Di dalam hati ia sadar. Dirinya memang termasuk pemarah. Mungkin itu sebabnya teman-temannya takut berterus terang padanya.

“Sebenarnya aku takut ke rumahmu,” kata Ninuk pelan.
“Hmm, tadinya sih aku tidak takut. Tapi ketika sampai di halaman rumahmu, aku dengar teriakan ibumu.

‘Buku ajaibnya terbang ke dapur, tuh!’ Aku jadi ngeri. Ada yang bilang, di rumahmu ada hantu wanita yang suka memindahkan barang-barang.”

Iwin mendelik, “Siapa yang bilang?”

“Emi. Dia yang memberitahu anak-anak. Emi heran, sebab dia sering mendengar ibu atau bapakmu teriak, ‘Lho ada saputangan ajaib terbang ke kolong meja.

Eh, kaos kaki ajaibnya terbang ke belakang kulkas. Emi lalu lapor ke ibunya. Dan ibunya menanyakan ke ibumu. Katanya di rumahmu memang ada hantu wanita yang suka memindahkan barang.”

Oo, sekarang Iwin mengerti. Ibunya memang suka bercanda. Yang dimaksud hantu wanita itu pasti Iwin sendiri.

Ia memang teledor. Pulang sekolah, tas dilempar ke meja tamu. Sehabis mandi, handuk dicantel di kursi makan.

Karena bosan, ibunya berkata, “Pokoknya barang-barang Iwin yang diletakkan sembarangan akan ditambah kata ‘ajaib’. Kalau sedang dibutuhkan susah dicari. Kalau tidak dibutuhkan, malah ketemu!”

“Asyik dong, Bu. Iwin jadi lebih hebat dari Nirmala. Dia cuma punya satu tongkat ajaib. Iwin malah punya banyak barang ajaib,” canda Iwin waktu itu.

Sekarang Iwin sadar, kata ‘ajaib’ itu malah merugikan dirinya sendiri. Teman-temannya jadi takut ke rumahnya.

Iwin kini berjanji akan meletakkan barang-barang miliknya pada tempatnya.

Waktunya tak akan lagi terbuang percuma. Hanya untuk mencari pasangan sandalnya yang nyasar ke kolong rak piring.

Pokoknya, sekarang tak akan ada lagi hantu yang suka memindahkan barang di rumah Iwin.

Oleh Hervianna A Hiskia
Bobo 51/XXVI
Posting Terbaru:

One thought on “Misteri Hantu di Rumah Iwin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s