Bola-Bola Kesepian


Tet teet! Bel tanda usainya pelajaran berbunyi. Anak-anak bersorak gembira sambil berhamburan keluar kelas.
Bola-bola Kesepian

Bola-bola Kesepian

Hmm, besok hari Minggu! Tisa, Uwi dan Mira berjalan beriringan. Di tengah hiruk-pikuk anak-anak berseragam putih-merah.

“Nanti sore kita main in line skate yuuk!” ajak Uwi bersemangat.
“Aduh, maaf Wi! Aku harus ngantar Ibu belanja,” kata Tisa menyesal.

“Kayaknya aku juga nggak bisa. Soalnya keluargaku mau berakhir pekan di rumah nenek,” kata Mira agak tidak enak hati.

“Tidak apa-apa! Minggu depan kita bisa main lagi kan!” kata Uwi agak muram. Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Mira.

“Sampai besok ya!” Mira melambai.
“Yuk, sampai besok!”

Uwi dan Tisa balas melambai. Mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang. Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Tisa.

“Yuuk! Aku duluan ya, Wi! Mudah-mudahan minggu depan kita bisa main in line skate bareng,” kata Tisa menghibur Uwi.

Bola-bola Kesepian

Kini Uwi berjalan sendirian. Memang di antara mereka bertiga, rumah Uwi lah yang paling jauh. Wajah Uwi masih tampak muram.

Sore nanti ia pasti kesepian. Biasanya ia melewatkan sore bersama kedua sahabatnya. Setibanya di rumah, Uwi terus cuci tangan dan kaki, ganti baju, makan, lalu tidur siang.

Ding dong! Jam dinding berdentang dua kali. Uwi terbangun. Di rumahnya tak ada siapa-siapa. Kakaknya sekolah siang. Ayah Ibu pergi ke rumah Tante di Kebayoran. Uh, Uwi merasa kesepian.

Uwi lalu mengambil biskuit yang dibeli ibunya. Wah, ternyata masih banyak! Hei! Tiba-tiba Uwi mendapat akal. Ia akan membentuk biskuit-biskuit itu supaya menarik.

Nah, pertama-tama Uwi harus menghancurkannya. Lalu dicampur sedikit mentega. Lalu dibentuk bulat-bulat.

Hmm, Uwi berpikir sambil mengerutkan kening. Yaa, bagian luar bulatan-bulatan lalu ditaburi meisyes yang biasa untuk roti.

Supaya praktis, tak perlu di panggang. Cukup dimasukkan ke dalam lemari es.
“Hahaha, biskuitku ini pasti jadi kue yang lezat!”

Cepat-cepat Uwi mengambil kertas dan pensil. Ditulisnya resep buatannya sendiri itu. Rupanya Uwi takut lupa!

Nah, ini dia resep Uwi:
Bahan-bahan:
1. Biskuit regal seperlunya (+ 5 biskuit = 1 bulatan)
2. Mentega secukupnya
3. Meisyes 1 bungsu kecil

Cara membuatnya:
1. Biskuit dihancurkan sampai halus
2. Campur adonan biskuit dengan mentega sampai rata
3. Buat bola-bola
4. Olesi permukaan boa-bola dengan meisyes sampai meisyes merata
5. Masukkan ke dalam lemari es

Bola-bola Kesepian

Uwi kini mempraktekkan resepnya sendiri. Biskuit yang dibeli ibunya, dihancurkan dengan penggilas.

Diberi mentega sampai rata, dibuat bola-bola, dan clup! Masuk ke dalam tumpukan meisyes di dalam piring.

Nah, sekarang tinggal disimpan di dalam lemari es. “Wiih… capek juga!” Uwi mengelap dahinya yang berkeringat.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore. Uwi cepat-cepat mandi. Tak terasa ayah dan ibu Uwi sudah pulang. Sehabis mandi, Uwi bersiap-siap melihat kreasinya.

“Bertarunglah Dargon Ball…” lagu pembukaan film Dragon Ball berdendang. Uwi membuka lemari es dan…
“Wo, asyik kuenya jadi!” seru Uwi kegirangan.

“Ada apa sih?” tanya ibu Uwi.
“Ini lo Bu! Uwi menyulap biskuit menjadi kue!”

“Coba cicipi, Bu! Gimana rasanya?” kata Uwi bangga.
Krees!

“Enak, Wiek! Terus apa nama kue ini?” tanya ibu Uwi.
“Mm, namanya Bola-bola Kesepian! “ kata Uwi semangat.

“Soalnya, bulatnya seperti bola-bola di film Dragon Ball. Dan ditambah kata kesepian sebab… hehehe…” Uwi tersenyum malu.

Oleh Pradipta Kurniawati
Bobo 44/XXVI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s